Memberikan makanan padat kepada bayi yang belum siap menerima MPASI
akan memberi beban pada sistem pencernaan. Apa saja tanda-tanda bayi
siap menerima MPASI?
Pada usia 6 bulan biasanya, sistem pencernaan bayi sudah lebih siap menerima
asupan lain selain susu. Bila kurang dari usia tersebut, sistem
pencernaan akan bekerja lebih berat untuk mengolah makanan selain susu.
Tidak semua bayi sama, sehingga 6 bulan bukanlah patokan yang baku.
Bunda dapat mengenali tanda-tanda si Kecil siap menerima MPASI. Inilah
tanda-tanda umum yang biasanya dijumpai pada bayi :
1. Sehabis menyusu, ia masih terlihat kelaparan.
2. Kekuatan pada kepalanya sudah mulai baik sehingga ia dapat menahan tubuhnya dengan stabil.
3. Ia tertarik dengan makanan yang sedang dikonsumsi oleh orang-orang sekitarnya.
4. Ia membuka mulut saat Anda mengarahkan tangan atau makanan ke mulutnya.
Baby, Kids and Moms Specialties Bantal menyusui, Bantal ibu hamil, Maternity Pillow, Baby Nest, Teepee Tent, Stroller pad, Neck ring float, Gendongan ring, Mainan anak, perlengkapan anak, Baju Branded Anak, Baju Hamil
Showing posts with label mpasi. Show all posts
Showing posts with label mpasi. Show all posts
Wednesday, March 11, 2020
Serba Serbi Mpasi Beku for Working Mom , Penting loh untuk jaman now
Menyimpan MPASI merupakan bagian penting dalam memberikan asupan makanan
si kecil. Bagaimana tidak, penyimpanan makanan berkaitan erat dengan
kandungan nutrisi dan kehigienisan makanan. MPASI yang tidak tersimpan
dengan baik bisa jadi kehilangan nutrisi penting yang terkandung
didalamnya.
Cara menyimpan MPASI perlu dipahami betul, terutama untuk ibu bekerja atau working mom. Ibu
bekerja biasanya tak punya cukup banyak waktu untuk menyiakan makanan
sikecil. Nah, dengan menyediakan stok MPASI lebih banyak maka semua
tugas ibu bisa selesai. MPASI memang boleh disimpan, namun perlu
diperhatikan cara menyimpan MPASI
Cara menyimpan MPASI
Anda bisa memasak porsi MPASI sikecil
dalam jumlah yang sedikit banyak. Setelah makanan dimasak, dinginkan
makanan kemudian tuang ke dalam baby cubes atau cetakan es batu, masukkan ke dalam freezer atau kulkas bagian atas.
Berapa lama makanan bisa disimpan di freezer/refrigerator?
Makanan yang telah dibekukan didalam freezer memiliki waktu penyimpanan yang berbeda.
Makanan beku bisa bertahan antara 1-3 bulan. Untuk amannya, sebaiknya makanan yang dibekukan digunakan maksimal 1 bulan.
- Di freezer : direkomendasikan maksimal 3 bulan
- Di refrigerator/kulkas : direkomendasikan 48 jam (maks 72 jam)
Ketentuan penyimpanan
- Jangan simpan sisa makanan dari piring bayi. Ambil sedikit porsi saja sesuai kebutuhan bayi. Sisa makanan tidak boleh disimpan kembali karena beresiko mengudang bakteri dari bekas air liur yang menempel pada sendok dan piring.
- Jika membutuhkan tambahan, ambil makanan dari wadah menggunakan sendok yang bersih.
- Jangan membiarkan makanan yang belum atau sudah dimasak dalam suhu ruang lebih dari satu jam.
- Berilah label yang bertuliskan keterangan isi dan tanggal pada kemasan.
- Anda bisa mengatur MPASI yang paling lama berada didepan agar mudah dalam mengambilnya.
- Makanan yang dibekukan harus berada pada suhu 0° atau kurang dari 0°.
- Makanan yang telah dibekukan tidak boleh dibekukan kembali.
- Gunakan media penyimpanan yang BPA free. Jangan membekukan makanan menggunakan wadah kaca. Wadah yang tidak didesign untuk pembekuan mungkin akan retak dan meninggalkan serpihan kecil yang berbahaya untuk kesehatan bayi.
Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan
- Cairkan makanan secara perlahan. Pindahkan makanan yang akan disajikan dari freezer ke kulkas bawah. Pindahkan beberapa jam sebelum disajikan.
- Anda juga bisa mencairkan makanan menggunakan steamer atau pemanas elektrik. Atau, letakkan makanan dalam pinggan dan rendam dalam panci berisi air panas kemudian panaskan dengan api kecil.
- Jika ingin menghangatkan dengan microwave, perhatikan bahwa panas merata. Jangan sampai terjadi hot pockets (panas dibagian tempat saja). Cara memanaskannya aduk sampai rata, kemudian panaskan lagi.
- Apapun metode memanaskan dan mencairkan yang anda pilih, pastikan saat memanaskan makanan diaduk rata.
Beberapa
bahan makanan ini biasanya kurang baik bila dibekukan dalam bentuk
pure, walaupun belum tentu menganggu kandungan nutrisinya.
- Telur. Masak seluruh telur atau hanya kuningnya, lalu bekukan tanpa dihaluskan.
- Melon, papaya, mangga dan zukini. Bila dibekukan dalam bentuk pure, lalu dicairkan, biasanya akan berair serta terjadi perubahan rasa dan tekstur.
- Kentang. Bila dibekukan dalam bentuk pure lalu dicairkan, biasanya akan terjadi perubahan rasa dan tekstur.
- Tahu atau tofu. Bila dibekukan biasanya akan terjadi perubahan warna dan teksturnya menjadi berongga, tapi masih baik untuk dimakan
Yang bisa dibekukan:
- Kaldu ayam/sapi,
- Aneka pure/bubur buah atau sayuran, seperti apel, avokad, pisang, mangga, pir, brokoli, kol bunga, wortel, jagung, buncis, kacang kapri, dan lain-lain
- Daging , ayam atau Ikan
- Dan beberapa bahan makanan berikut akan berubah teksturnya jika dibekukan, antara lain tahu, telur, kentang dan melon
Caranya:
- Masukkan satu jenis pure atau bubur lembut ke dalam wadah pencetak es batu yang bersih/steril. Ratakan. Jika tidak ada tutupny, tutupi wadah dengan plastik.
- Masukkan ke dalam lemari pembeku (freezer).
- Setelah beku, keluarkan dari wadah, lalu simpan ke dalam kantong plastik. Lebih baik lagi jika bunda masukkan 2-4 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil. Tempelkan label bertuliskan tanggal pembuatan dan bahan pembuat pure pada kantong plastik.
- Segera masukkan kembali ke dalam lemari pembeku. Atur agar yang berada di deretan terdepan/atas (dan dikonsumsi lebih dulu) adalah kemasan makanan yang paling dulu. Pakai teknik FIFO (First In First Out)
- Wadah pencetak es batu dapat bunda gunakan untuk membuat pure jenis lain.
Catatan:
Makanan
beku harus berada pada temperatur -12°C (ini adalah temperature
maksimum yang dapat dicapai oleh lemari pembeku rumah tangga). Hindari
membuka tutup pintu lemari pembeku.
Untuk kulkas 2 pintu atau lebih, letakkan kemasan makanan beku di dalam ruang lemari pembeku, jangan di bagian pintunya.
Jangan
pernah membekukan makanan dalam sembarang wadah gelas, misalnya botol
bekas makanan bayi. Wadah yang tidak secara khusus dibuat untuk
pembekuan, kemungkinan akan retak dan meninggalkan serpihan-serpihan
yang teramat sangat kecil, atau pecah secara tiba-tiba.
Gunakan
makanan yang sudah beku sesuai kebutuhan bayi. misalnya, satu atau dua
buah hasil cetakan dengan satu atau lebih rasa dipadukan.
Jika
ingin membekukan kembali makanan beku yang sudah dicairkan, makanan
tersebut harus dimasak terlebih dahulu (temperatur masakan saat
dipanaskan minimal mencapai 70°C). Namun, hal ini hanya dapat bunda
lakukan satu kali saja, jangan diulang-ulang.
Makanan
di dalam freezer memiliki waktu penyimpanan yang bervariasi, dari 1
sampai 3 bulan, namun sebaiknya makanan bayi yang sudah dibekukan
digunakan dalam waktu maksimal 1 bulan. Semakin cepat diberikan, semakin
baik.
Labels:
+6 months,
+6bulan,
6 bulan,
asip,
baby,
bubur bayi,
makanan bayi,
makanan padat,
makanan pendukung,
mpasi,
mpasi beku,
resep makanan,
simpan mpasi
Friday, November 6, 2015
MPASI pertama untuk si 6 bulan
Setelah si kecil mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, tiba saatnya ia mendapatkan makanan tambahan atau yang akrab disebut makanan pendamping ASI (MPASI). Sayangnya, tak semua ibu memahami hal ini. Bahkan, ada yang sudah memberi makanan pendamping ASI saat usia si kecil belum genap 6 bulan. Alasan pemberian makanan pendamping di usia 6 bulan ini, yakni pada usia tersebut kebutuhan gizi bayi semakin meningkat dan ASI sudah tidak bisa mencukupi semua kebutuhan nutrisinya. Selain itu, di usianya yang 6 bulan ini, si kecil juga sudah memiliki pencernaan yang lebih siap untuk mencerna makanan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Membuatkan MPASI buatan sendiri sering membuat ibu merasa repot. Ibu harus mengurus si kecil, memasak untuk keluarga, menyelesaikan pekerjaan rumah, dan ditambah kini harus menyediakan makanan MPASI untuk si kecil. Makanan bayi yang sehat dan aman adalah makanan yang Anda buat sendiri dengan memilih bahan-bahan yang baik, serta dengan pengolahan dan cara penyimpanan yang benar. Begitu pula untuk makanan pertama bayi – sebaiknya Anda mebuatnya sendiri. Jika ibu tidak pintar mengatur waktu dan memilih resep MPASI yang mudah dan cepat disajikan untuk si kecil memang terasa merepotkan. Memang, makanan yang bisa disajikan untuk si kecil tak bisa sembarangan. Ibu harus memilih bahan makanan yang sesuai, pengolahan yang benar, hingga porsinya pun harus diperhatikan. Meskipun begitu, ibu tak perlu menyerah untuk memberikan MPASI rumahan bagi si kecil. Banyak kok, makanan pendamping yang mudah dan cepat dibuat, bahkan nilai gizinya tak diragukan lagi.
Beberapa resep pure di bawah ini bisa ibu coba. Resep pure ini cukup sederhana, bahannya mudah didapatkan dan cara penyajiannya pun cepat dan mudah.
Pure Pepaya
Bahan :
-150 gram pepaya ( cuci, kupas kulit, potong-potong )
0 75 cc asi perah/ susu formula
Cara membuat:
- Siapkan blender. Masukkan potongan pepaya yang telah dikupas kulitnya dan dicuci hingga bersih. Tambahkan asi perah atau susu formula.
- Blender sampai halus sekitar 3 menit. Matikan blender.
- Tuang ke dalam gelas atau tempat makan si kecil.
*Dapat disajikan untuk 2 kali makan.
Pure Pear + Pisang
Bahan:
- 50 gr buah pir (kupas kulitnya, cuci, potong-potong)
- 50 gr pisang sunpride
- 50 cc asi perah atau susu formula
Cara membuat:
- Kukus buah pir hingga lunak, kira-kira 10 menit. Angkat lalu sisihkan.
- Siapkan blender dan blender buah pir bersama asi perah atau susu formula sampai halus. Tuang ke dalam tempat makan si kecil.
- Siapkan wadah, kerok pisang sunpride dengan sendok sampai halus.
- Campurkan pisang bersama buah pir ke dalam wadah. Sajikan.
*Dapat disajikan untuk 2 kali makan.
Pure Kacang Hijau
Bahan:
- 2 sdm kacang hijau (cuci sampai bersih)
- 200 cc air
- 50 cc asi perah atau susu formula
Cara membuat:
- Siapkan panci, rebus kacang hijau kurang lebih 20 menit dengan api sedang. Angkat.
- Haluskan kacang hijau namun jangan diblender. Selanjutnya, saring supaya kulitnya tidak ikut termakan.
- Tambahkan air rebusan kacang hijau dan asi perah atau susu formula supaya encer dan siap dimakan si kecil.
*Bisa disajikan untuk 1 kali makan.
Pure Apel
1 Buah apel merah yg manis icip dulu lalu kukus
100 cc asip/air
caranya: saring apel kukus campur dgn asip atau air
Mashed Potato with Apple Pure
1 buah kentang kukus
1/2 buah apel kukus
150 cc asip/air
caranya: blender semua bahan campur dgn asip/ air matang
Bubur Susu Ubi Ungu
100 gr ubi ungu kupas kukus
100 cc air matang
50 cc asip(asi perah)
caranya: haluskan ubi kukus lalu campur dengan air dan siram asip
Bubur Susu Beras Merah
1 sdm tepung beras merah organik aku pke gasol
100 cc air matang
100 cc asip
caranya: masak tepung beras dengan air aduk hingga tercampur dan mengental setelah masak campur dengan asip
Pure Jagung Manis
1 buah jagung ambil pipilnya lalu rebus
100 cc asip/air matang
caranya:blender semua bahan
Pure Alpukat
1 buah Alpukat
100cc asip/ air matang
caranya : saring halus alpukat, lalu campur dengan asip
Bubur Susu Labu Kuning / Labu Siam
50 gram Labu kuning / labu siam rebus
75 cc asip / susu formula
2 sdm tepung beras
caranya: rebus labu kuning, tambah air matang yang sdh di aduk dengan tepung beras hingga matang, blender sampai halus. Tambahkan asip
Slamat masak ya Bunda !
Labels:
+ 6 bulan,
+ 6 months,
ASI,
baby,
bayi,
makanan pendukung,
mpasi,
toddler
Subscribe to:
Posts (Atom)